…Ancient Mover of Action in the Computational Age…


Fraktal Dalam Artefak Budaya Indonesia
May 18, 2009, 6:34 am
Filed under: Uncategorized

MARILAH kita mulai dengan mengamati aktivitas seorang anak kecil ketika ia begitu tertarik menggambarkan objek-objek yang ada di sekelilingnya. Mulai dari lembaran halaman buku tulis hingga dinding kamar akan dipenuhi dengan coretan-coretan gunung, wajah, mobil, kembang, dan berbagai bentuk lainnya. Akan tetapi, ketertarikan terhadap bentuk tidak hanya dimiliki oleh seorang anak kecil. Lebih dari dua puluh enam abad yang lalu, sekumpulan intelektual di Yunani juga memiliki ketertarikan yang sama. (more…)



Fraktal di Batik Jawa: Ketika Sains dan Tradisi saling Menginspirasi
February 24, 2009, 1:24 am
Filed under: Uncategorized

Orang dapat saja menggambar ulang lukisan Michaelangelo (1475-1564) yang telah berusia lima abad di Chapel Sistine, Roma. Tapi suasana terasa berbeda ketika kita berada di bawah langit-langit tempat sang maestro melukis. Kita dapat membayangkan proses kognitif yang kompleks yang melingkupi makna spiritual dan estetis yang mendasari proses kreatif pelukisnya di situ. Karena gambar terkadang bukan sekadar gambar. Gambar lahir dari bagaimana proses kognitif yang mentransformasikan apa yang ditangkap sistem indera ke dalam buah tangan ke dalam bentuk yang terlukis, dan akhirnya bagaimana gambar tersebut dipersepsi dan diapresiasi oleh masyarakat tempat karya tersebut lahir. Sapuan kuas, teknik, dan media adalah hal yang penting dalam memahami proses kreasi budaya. Namun transformasi kognitif yang kompleks dalam melahirkan dan berperan dalam apresiasi sebuah karya adalah abstraksi yang melampaui nilai material apapun. Budaya memang direfleksikan melalui artifak, namun budaya memiliki pemaknaan yang melampaui representasi artifak.

(more…)



Fisika-nya Politik!
November 29, 2008, 11:45 pm
Filed under: Uncategorized

fp11

I therefore believe that the lack of scientific living and real interest among our intellectuals here in Indonesia is not to be attributed to a lack of capacity or of character or to moral emptiness, but rather to the presence of an insufficient measure of the necessary stimuli in our so much simpler community.
-Sutan Sjahrir dalam bukunya  “Out of Exile” 1934 - (more…)



Mencari Angsa Hitam
August 23, 2008, 11:12 am
Filed under: Uncategorized

Disampaikan pada LKO Himpunan Mahasiswa Tambang, Institut Teknologi Bandung
Lembang, 23 Agustus 2008.

Sebelum ditemukannya Benua Australia oleh James Cook (abad ke-18), semua kepala orang Eropa – sebagaimana tercermin dalam berbagai obyek budaya mereka – mengira bahwa semua angsa itu berwarna putih (Cygnus atratus). Sebuah pernyataan yang mendasari semua filsafat sains Eropa pada saat itu melihat bahwa semua angsa berwarna putih, maka semua angsa pasti berbulu putih. Sains bekerja seperti itu: sepanjang belum ada bukti empiris akan sesuatu hal, maka segala bentuk proposisi ilmiah (deduksi) mesti berpijak pada apa yang nyata dan sudah lalu (post facto). Kita pun dalam hidup sehari-hari juga melakukan hal yang sama jika tidak ingin dibilang dukun (atau kelewat cerdas/super-natural dalam makna positif) atau gila (pemaknaan negatifnya).

(more…)

Comments Off


Pemuda: Bangkit!
May 21, 2008, 1:23 pm
Filed under: Uncategorized

Diskusi di Organisasi Siswa Intra-Sekolah Se-Bandung Raya di SMAN 3 Bandung, 21 Mei 2008

Bagaimana siswa dalam organisasi intra-sekolah merefleksikan kebangkitan nasional ketika berbagai kenyataan akan kekayaan alam Indonesia yang menunjukkan posisi ekonomisnya mesti bersanding dengan kenyataan lain bahwa Indonesia juga adalah salah satu negeri dengan jumlah kasus korupsi tertinggi di dunia sementara kemiskinan ada di mana-mana? Bagaimana siswa sebagai pemuda dapat bangkit dengan potensi yang dimilikinya saat ini? Apa saja tantangan siswa sekolah lanjutan atas dalam kehidupan sosial kemasyarakatan? Apa yang bisa dilakukan oleh siswa dengan peran posisinya? Ini menjadi diskusi dalam sebuah diskusi bersama perwakilan OSIS SMA se-Bandung Raya. Berikut adalah pertanyaan yang ada di proposal panitia dan jawaban yang bisa sedikit memberi gambaran…

(more…)

Comments Off


Menumbuhkan Sains dari, oleh, dan untuk Kebangkitan Nasional Kita
May 19, 2008, 2:42 am
Filed under: Uncategorized

-bedah buku bersama Konsorsium Kajian Kompleksitas & Desain Indonesia, Four Seasons Hotel, Jakarta, 16 Mei 2008

Sejarah mencatat bahwa kebangkitan nasional Indonesia tak lahir dari satu ideologi tertentu. Ia lahir dari satu kesadaran di kalangan mereka yang punya kepedulian sosial yang tinggi di tengah situasi akademik yang didirikan pemerintahan kolonial Belanda yang terancang sedemikian untuk menjadikan mereka menjadi pemuja pihak kolonial yang memuluskan penghisapan imperialisme saat itu atas bumiputera lain yang tak seberuntung mereka. Mereka mencari melalui bacaan, diskusi, dan kontemplasi intelektual karena tak ada patron untuk Indonesia saat itu. Sungguh menarik ketika pada hari Rabu tanggal 20 Mei seratus tahun lampau, pemuda-pemuda itu menyatakan bangkit secara nasional yang menjadi milestone untuk tak lagi berjuang secara sporadis. Menarik, karena mereka tak menyebut ideologi tertentu, bahkan dua puluh tahun kemudian ketika ikrar persatuan dan kesatuan diikrarkan.

Tidak! Mereka tidak terjebak dalam cara pandang yang ditanamkan dan diarahkan untuk dikecap dalam tradisi sekolahan kolonial, bahwa cendekiawan bangsa Barat lebih hebat dan seterusnya. Mereka memahami bahkan menggunakan beberapa konsep namun tidak fetish terhadap satu ideologi atau cara pandang yang ada meski saat itu memang sedang marak perkembangannya di hemisfer utara planet ini. Kebangkitan nasional oleh keterpurukan sosial masa penjajahan mesti ditumbuhkan. Mereka telah menumbuhkan gagasan dan cara pikir kebangsaan dari, oleh, dan untuk kebangkitan nasional kita yang menjadi citra Indonesia saat ini. Sekarang, bagaiamana kita menumbuhkan gagasan yang sama dengan relevansi kekinian dan perkembangan intelektual yang termutakhir dalam kancah eksplorasi teoretis dan implementasi praksis sains kompleksitas? Buku Solusi untuk Indonesia yang di-launch ini berharap-harap cemas agar kehadirannya di tengah-tengah kita mampu memberikan arah…

(more…)

Comments Off


Bagaimana Pengambil Kebijakan Membaca “Solusi untuk Indonesia” ?
May 6, 2008, 9:54 pm
Filed under: Uncategorized

disampaikan pada diskusi dengan
Dewan Analis Strategis, Jakarta, 5 Mei 2008

Buku Solusi untuk Indonesia berupaya memberikan panduan tentang bagaimana kita dapat mengambil banyak manfaat dari sains kompleksitas yang tumbuh dalam substrat ke-Indonesia-an sedemikian sehingga berbagai solusi alternatif dapat lahir dari dalamnya. Buku ini dimaksudkan agar segera menjadi kadaluwarsa dengan berbagai penemuan baru yang memberi alternatif segar dalam kerangka konjektur ke arah pemikiran dan aktualisasi implementatif untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa sekaligus mencapai makrifat sebagai bangsa yang sehat dan bahagia. Buku ini semestinya dapat dibaca oleh sebanyak mungkin kalangan. Namun bagaimana mereka yang menjadi pengambil kebijakan yang sangat mementingkan praktikalitas dan aktualisasi implementatif dapat mengambil kegunaan dari buku yang sederhana ini? Berikut adalah frequently asked questions tentang buku itu dan bagaimana dunia aktual dapat melihat kegunaannya.

(more…)

Comments Off


Ikhtiar Mencari Solusi untuk Indonesia dari Kekeliruan Konsep Ekonomi Politik Yang Dianjurkan
April 17, 2008, 10:42 am
Filed under: Uncategorized

Disampaikan dalam Diskusi di Indonesian Democracy Monitoring (INDEMO), Jakarta, 16 April 2008.

Ikhtisar Babad Tanah Air

Pada masa awal kemerdekaannya, kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia sempat diganggu dengan faktor geopolitik atas fakta bahwa Indonesia berbentuk kepulauan. Namun dengan Deklarasi Juanda 1957, perspektif laut sebagai pemisah telah berubah menjadi laut sebagai pemersatu yang kukuh dalam Zona Ekonomi Ekslusif. Secara ekonomi, kepemimpinan Presiden Sukarno pada masa itu, dapat menghempang kekuatan kapitalisme yang mulai menggeliat berkuasa saat itu secara global setelah keluar dari The Great Depression 1930-an. Namun, gejolak timbul oleh sekelompok orang yang ingin menjadikan Indonesia menjadi negara komunis. Sejarah mencatat, Indonesia selamat dari cengkeraman ekonomi politik komunis yang memiliki motif menunggangi kepemimpinan dan kharisma dan nasionalisme Presiden Sukarno yang concern utamanya saat itu adalah menjaga kedaulatan dan persatuan bangsa dari kekuatan imperialisme yang masih ingin berkuasa secara geopolitik. Sejarah telah mencatat bahwa Ekonomi Politik Nasional tidak bersesuaian dengan cara pandang ekonomi fatalistik yang bersumber pada pandangan politik Marxist-Leninisme.

Semenjak jatuhnya Presiden Sukarno (masa Orde Lama), Indonesia memasuki babak Orde Baru yang dipimpin oleh Presiden Suharto yang membuka diri pada investasi atas negara-negara yang lebih maju. Hutang luar negeri pun semakin menumpuk dengan prinsip developmentalisme membangun infrastruktur di mana-mana yang dapat dinikmati oleh seluruh elemen masyarakat. Infrastruktur fisik maupun infrastruktur perekonomian modern dibangun. Pembangunan terlaksana dengan sukses bahkan membawa Indonesia ke era swasembada pangan pada tahun 1984. Perekonomian disokong oleh berbagai eksploitasi sumber daya alam oleh berbagai perusahaan dan dana pinjaman luar negeri yang hampir tak mungkin masuk pada era kepemimpinan Presiden Sukarno. Liberalisasi terjadi dan wajah ekonomi global telah berkembang sedemikian rupa dari imperialisme dan kolonialisme klasik ke berbagai bentuk pengaturan tatanan yang memberi induksi pada aspek sosial dan budaya secara luas. Perekonomian Indonesia tanpa sadar telah bergantung pada iklim investasi asing secara makro yang menjadikan stabilitas nasional sebagai syarat agar investor tertarik masuk. Namun bubbling ekonomi telah menjadikan munculnya over-estimasi atas sistem ekonomi global, termasuk di level regional seperti Indonesia dan negara-negara Asia lainnya – kestabilan justru dapat menjadi biang keladi ketakstablian (cf. Minsky, 1980). Interdependensi ekonomi kapitalistik yang tinggi antar negara di level global mengalami krisis ekonomi dan moneter yang dimulai pada tahun 1997.

Liberalisasi ekonomi yang ada telah menjadi prinsip dasar ekonomi politik modern yang menjadikan perjanjian ekonomi pemerintah Indonesia dengan lembaga moneter internasional seperti IMF (International Monetary Fund) diharapkan mampu menjadi solusi. Namun sepertinya kondisi belum juga membaik. Apakah ini adalah sebuah isyarat bahwa Ekonomi Politik Nasional juga memang sulit bersesuaian dengan cara pandang ekonomi liberal yang bersumber pada pandangan ekonomi politik kapitalistik modern?

Mengapa ekonomi politik liberal yang bersembunyi pada jargon pasar bebas dan globalisasi ini tak juga menjadi solusi untuk Indonesia? Bisakah kita mencari solusi alternatif? Ini merupakan tugas generasi saat ini, untuk mensinkronkan kecintaan pada tanah air Indonesia, persatuan nasional dalam payung negara kesatuan, budaya dan jati diri bangsa yang sangat multikultural, situasi geografis kepulauan, dan bagaimana kita mengatur ekonomi kita dengan kepercayaan diri sebagai bangsa yang setara dengan bangsa-bangsa lain di muka planet bumi. Ekonomi Politik Nasional semestinya bukan ekonomi politik impor, entah liberalisasi ekonomi atau entah pula sosialisme utopis. Semestinya tak ada yang lebih mengenal negeri kita daripada bangsa kita sendiri.

(more…)

Comments Off


Tips & Trik Memilih yang paling cakep!?
March 15, 2008, 2:53 am
Filed under: Uncategorized

Bagaimana kita memilih teman untuk bergaul? Bagaimana kita memilih teman yang menjadi sahabat kita? Bagaimana pula kita memilih teman yang diharapkan menjadi suami? Bagaimana pula kita memilih pemimpin? Bagaimana kita memilih mereka yang kita harapkan menjadi teladan dalam hidup? Bagaimana memilih mobil yang cocok dengan jiwa dan selera? Apa yang kita lihat? Apa yang ditimang-timang? Malahan apakah perlu menimang-nimangnya?

Indonesia saat ini merupakan negeri yang terpuruk oleh korupsi di mana-mana, pom bensin yang kehabisan premium, bayi dan anak-anak yang keracunan susu atau makanan daluwarsa. Kehidupan kampus seringkali sangat membuat penat dan terlihat tak bergairah, mahasiswa yang selalu saja sibuk memikirkan mengapa ia masih saja menjomblo padahal jumlah mahasiswi naik terus, penelitian yang seringkali tak menjawab tantangan masyarakat, dan seterusnya. Adakah yang bisa dilakukan untuk mengatasi ini?

Ada konjektur, terdapat kemiripan dalam jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut.

(more…)

Comments Off


Globalisasi itu ‘kan keniscayaan? Trus ngapain ribut?
February 19, 2008, 12:46 am
Filed under: Uncategorized

“Where goods do not cross frontiers, armies will.”
-Frédéric Bastiat (1801-1850)-

Semua orang saat ini bicara globalisasi. Orang bicara globalisasi dengan berbagai motivasi. Bisa pula pro dan memang memiliki agenda akan ekonomi global, bisa pula karena antipati pada globalisasi dan percaya pada konspirasi ekonomi global, namun banyak juga yang memang ingin terlihat keren…

(more…)

Comments Off