Archive for May 2008

Pemuda: Bangkit!

May 21, 2008

Diskusi di Organisasi Siswa Intra-Sekolah Se-Bandung Raya di SMAN 3 Bandung, 21 Mei 2008

Bagaimana siswa dalam organisasi intra-sekolah merefleksikan kebangkitan nasional ketika berbagai kenyataan akan kekayaan alam Indonesia yang menunjukkan posisi ekonomisnya mesti bersanding dengan kenyataan lain bahwa Indonesia juga adalah salah satu negeri dengan jumlah kasus korupsi tertinggi di dunia sementara kemiskinan ada di mana-mana? Bagaimana siswa sebagai pemuda dapat bangkit dengan potensi yang dimilikinya saat ini? Apa saja tantangan siswa sekolah lanjutan atas dalam kehidupan sosial kemasyarakatan? Apa yang bisa dilakukan oleh siswa dengan peran posisinya? Ini menjadi diskusi dalam sebuah diskusi bersama perwakilan OSIS SMA se-Bandung Raya. Berikut adalah pertanyaan yang ada di proposal panitia dan jawaban yang bisa sedikit memberi gambaran…

(more…)

Advertisements

Menumbuhkan Sains dari, oleh, dan untuk Kebangkitan Nasional Kita

May 19, 2008

-bedah buku bersama Konsorsium Kajian Kompleksitas & Desain Indonesia, Four Seasons Hotel, Jakarta, 16 Mei 2008

Sejarah mencatat bahwa kebangkitan nasional Indonesia tak lahir dari satu ideologi tertentu. Ia lahir dari satu kesadaran di kalangan mereka yang punya kepedulian sosial yang tinggi di tengah situasi akademik yang didirikan pemerintahan kolonial Belanda yang terancang sedemikian untuk menjadikan mereka menjadi pemuja pihak kolonial yang memuluskan penghisapan imperialisme saat itu atas bumiputera lain yang tak seberuntung mereka. Mereka mencari melalui bacaan, diskusi, dan kontemplasi intelektual karena tak ada patron untuk Indonesia saat itu. Sungguh menarik ketika pada hari Rabu tanggal 20 Mei seratus tahun lampau, pemuda-pemuda itu menyatakan bangkit secara nasional yang menjadi milestone untuk tak lagi berjuang secara sporadis. Menarik, karena mereka tak menyebut ideologi tertentu, bahkan dua puluh tahun kemudian ketika ikrar persatuan dan kesatuan diikrarkan.

Tidak! Mereka tidak terjebak dalam cara pandang yang ditanamkan dan diarahkan untuk dikecap dalam tradisi sekolahan kolonial, bahwa cendekiawan bangsa Barat lebih hebat dan seterusnya. Mereka memahami bahkan menggunakan beberapa konsep namun tidak fetish terhadap satu ideologi atau cara pandang yang ada meski saat itu memang sedang marak perkembangannya di hemisfer utara planet ini. Kebangkitan nasional oleh keterpurukan sosial masa penjajahan mesti ditumbuhkan. Mereka telah menumbuhkan gagasan dan cara pikir kebangsaan dari, oleh, dan untuk kebangkitan nasional kita yang menjadi citra Indonesia saat ini. Sekarang, bagaiamana kita menumbuhkan gagasan yang sama dengan relevansi kekinian dan perkembangan intelektual yang termutakhir dalam kancah eksplorasi teoretis dan implementasi praksis sains kompleksitas? Buku Solusi untuk Indonesia yang di-launch ini berharap-harap cemas agar kehadirannya di tengah-tengah kita mampu memberikan arah…

(more…)

Bagaimana Pengambil Kebijakan Membaca “Solusi untuk Indonesia” ?

May 6, 2008

disampaikan pada diskusi dengan
Dewan Analis Strategis, Jakarta, 5 Mei 2008

Buku Solusi untuk Indonesia berupaya memberikan panduan tentang bagaimana kita dapat mengambil banyak manfaat dari sains kompleksitas yang tumbuh dalam substrat ke-Indonesia-an sedemikian sehingga berbagai solusi alternatif dapat lahir dari dalamnya. Buku ini dimaksudkan agar segera menjadi kadaluwarsa dengan berbagai penemuan baru yang memberi alternatif segar dalam kerangka konjektur ke arah pemikiran dan aktualisasi implementatif untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa sekaligus mencapai makrifat sebagai bangsa yang sehat dan bahagia. Buku ini semestinya dapat dibaca oleh sebanyak mungkin kalangan. Namun bagaimana mereka yang menjadi pengambil kebijakan yang sangat mementingkan praktikalitas dan aktualisasi implementatif dapat mengambil kegunaan dari buku yang sederhana ini? Berikut adalah frequently asked questions tentang buku itu dan bagaimana dunia aktual dapat melihat kegunaannya.

(more…)