Archive for January 2011

eksplorasi demi memecah kompleksitas pemilihan umum

January 19, 2011

ditulis bersama Ardian Maulana untuk disampaikan dalam Diskusi dengan Partai Golkar, Jakarta, 17 Januari 2010

Saat ragam pilihan tersedia, voting hampir menjadi pilihan yang tidak terhindarkan dalam proses pengambilan keputusan. Prosesnya sederhana, setiap pemilih mengajukan pilihannya, agregasi dari pilihan-pilihan tersebut dilakukan, dan hasilnya menunjukan keinginan dari seluruh pemilih. Namun yang sesungguhnya terjadi ternyata tidak sesederhana itu. Proses teknis dari voting menyimpan kerumitan dan penuh dengan paradoks. Ragam metode yang dipilih untuk menyelenggarakan voting dapat melahirkan hasil akhir yang berbeda-beda, bahkan di luar perkiraan [3]. Berangkat dari hal ini, persoalan prosedur teknis penyelenggaraan sebuah pemilihan menjadi penting untuk dibicarakan. Hal ini karena implikasinya pada kredibilitas hasil dan tujuan proses voting itu sendiri.

Sebagai metode yang umum digunakan dalam pemilu, proses voting diharapkan bisa menjamin tercapainya prinsip-prinsip dari pemilu itu sendiri. Prinsipnya: bagaimana keinginan dari pemilih dapat direpresentasikan secara maksimum melalui jumlah wakil-wakilnya yang terpilih. Problemnya adalah bagaimana menghindari terjadinya ketidakproporsionalan antara perolehan suara dan perolehan kursi partai. Sementara itu, prinsip keterwakilan dan kesetaraan antar daerah pemilihan juga adalah hal penting lain yang harus dipertimbangkan. Keterwakilan terkait erat dengan wilayah dan jumlah rakyat yang diwakili oleh seorang anggota parlemen. Sementara kesetaraan antar daerah pemilihan memungkinkan pemilih untuk memiliki hak suara yang setara dalam pemilihan wakil-wakilnya. Secara keseluruhan, sistem pemilu dan ragam prosedur penyelenggaraannya akan berkaitan erat dengan sistem kepartaian yang ingin dibangun serta efektivitas sistem pemerintahan. (more…)

Advertisements