Archive for February 2012

Negeri Seribu Raja: Konsekuensi geografis kepulauan Indonesia

February 25, 2012

dimuat di rubrik Voice of Maritime di Indonesia Maritime Magazine Edisi 15/Tahun II/Desember 2011

Di sepanjang kepulauan nusantara, satu komunitas dengan komunitas lain terpisah oleh gunung dan lautan. Mereka berkembang dan hidup dalam adat-istiadat masing-masing. Adat-istiadat berkembang membentuk birokrasi tradisional yang mengatur peri-kehidupan masyarakat di dalamnya. Sebagian besar kerajaan-kerajaan tradisional itu berorientasi terestrial (darat). Tapi sejarah mencatat, birokrasi yang mampu meng-eksplorasi laut dan melakukan manajemen kemaritiman mendapatkan jaminan akan kewilayahan yang lebih luas, pengaruh yang lebih ekstensif, dan menjadi sumber kenangan kemasyarakatan modern Indonesia, hingga kini. (more…)

Advertisements

Agar Kita tak Menyia-nyiakan Kebesaran Budaya Negeri

February 17, 2012

disampaikan pada Kaderisasi Tingkat Menengah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Bandung, 17 Februari 2012

Pada peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1962, warga Indonesia menyaksikan presiden favorit mereka berujar tegas, “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka”. Dua tahun kemudian, warga mendengar lagi seruan dari sosok presiden yang sama menegaskan arah revolusi nasional Indonesia yang disebut “Trisakti”, sebagai “…berdaulat dalam bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan”. Di bagian lanjutan dari pidato itu, Presiden Sukarno bahkan berkata, “…banyak pemimpin kita – malah terutama sekali pemimpin-pemimpin yang memakai titel Mr., Dr., atau Ir. …pemimpin-pemimpin itu, mengira bahwa revolusi hanyalah merebut kemerdekaan, menyusun pemerintah nasional, mengganti pegawai asing dengan pegawai bangsa sendiri, dan seterusnya; menyusun segala sesuatunya menurut contoh-contoh Barat yang tertulis dalam mereka punya text-books![8]. (more…)